INFO SAWIT, PADANG - Kepala Dinas Perkebunan Sumbar Fajaruddin menyebutkan 40% dari total 390.380 ha lahan sawit yang ada di daerah Sumatera Barat (Sumbar) sudah harus diremajakan karena berusia tua dan produktivitas yang terus menurun.
“Sekitar 40% dari total lahan sawit yang ada di Sumbar sudah perlu diremajakan. Lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk tumpang sari dengan tanaman pangan. Begitu pula untuk kebun karet dan kakao,” katanya seperti kutip Kabar24.com.
Dia mengatakan produksi crude palm oil (CPO) atau minyak sawit di daerah itu hanya berkisar 1,15 juta ton per tahun dari luas lahan yang ada.Fajaruddin mengungkapkan sebagian besar sawit yang perlu replanting atau penanaman kembali itu, merupakan sawit tua yang ditanam di tahun 1980 an, sisanya adalah sawit masyarakat yang ditanam tidak menggunakan varietas unggul, sehingga menyebabkan produktivitas sawit rendah.
Selain itu, karena lemahnya pemeliharaan kebun, dan penerapan praktik pertanian yang belum dilakukan secara optimal membuat produksi juga tidak maksimal.Adapun, lokasi perkebunan kepala sawit di Sumbar berada di Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Agam, Pasaman, dan Padang Pariaman.
Dia meminta pemerintah pusat membantu proses peremajaan, karena memerlukan anggaran besar. Termasuk kemungkinan menggunakan skema pemberian pinjaman lunak kepada petani untuk peremajaan kebun.(T2)







