Berita Lintas
sawitbaik

WWF: Sudahi Debat Panjang Saling Menyalahkan



WWF: Sudahi Debat Panjang Saling Menyalahkan

INFO SAWIT, NUSA DUA – Dikatakan CEO World Wildlife Fund for Nature (WWF) Indonesia, Efransjah, banyak yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan, akibat munculnya asap, namun tidak disadari asap erat kaitannya dengan perubahan iklim, hilangnya kawasan hutan dan mempengaruhi kontribusi hutan dalam menahan laju perubahan iklim. Bahkan Pada 1 September sampai 14 Oktober 2015 silam, emisi Indonesia telah melebihi emisi harian di Amerika Serikat.

Bencana asap ini, kata Efransjah, bersamaan dengan terjadinya El-nino, perubahan iklim diyakini telah menyebabkan terjadinya kekeringan dan mendorong terjadinya bencana kebakaran.

Lantas, apakah dengan memboikot kelapa sawit menjadi jawaban? Sepertinya tidak, kendati sawit dianggap sebagai musuh bersama, faktanya sawit memiliki produktivitas tinggi dan tumbuh secara berkelanjutan.Praktik berkelanjutan diharapkan bisa menghasilkan nilai produktivitas yang tinggi dan minim konflik.

Efransjah percaya, kelapa sawit tidak lambat dalam menanggapi masalah lingkungan dan sosial, sebab itu butuh solusi apa lagi yang dibutuhkan dalam upaya menerapkan budidaya berkelanjutan, serta memastikan produk berkelanjutan itu memasok kebutuhan konsumsi dunia, kabar baiknya Indonesia telah memiliki aturan main, cara dan model sertifikasinya.

“Kami pun meminta dukungan semua pihak, konsumen, korporasi dan negara untuk bergerak secara bersama.Harapannya kita bisa berdiskusi dengan tulus dan sudah cukup untuk debat yang saling menyalahkan, mari kita cari cara yang lebih baik dan mendapatkan solusi yang terbaik,” tandas dia. (T2)