INFO SAWIT, JAKARTA - Sektor pertanian sekarang menghadapi berbagai tantangan yang semakin banyak, seperti keterbatasan lahan bercocok tanam, kondisi cuaca yang ekstrim karena perubahan iklim, volatilitas pasar, kurangnya tenaga kerja serta sumber daya lainnya, dan lain-lain. Menurut Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), populasi dunia akan meningkat menjadi lebih dari 9 milyar penduduk pada tahun 2050 dan jumlah produksi pangan juga harus meningkat minimal 70 persen untuk memenuhi kebutuhan jumlah penduduk yang sepertiga lebih banyak dari saat ini.
Sehubungan dengan hal tersebut, Bayer melalui partisipasinya dalam Responsible Business Forum and Agriculture kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu petani meningkatkan hasil panen dan produktivitas mereka, dan meningkatkan ketahanan pangan dunia melalui intensifikasi agrikultur pada lahan pertanian yang telah ada. Dengan solusi pertanian inovatif yang ditujukan membantu petani menggunakan sumber daya mereka lebih efisien, Bayer bermaksud memanfaatkan teknologi pertanian modern untuk membantu petani menghadapi tantangan masa kini.
“Bayer berkomitmen dalam investasi yang berkelanjutan di bidang riset dan pengembangan untuk menghadirkan solusi inovatif yang membantu petani dan meningkatkan ketahanan pangan dunia,” tutur Country Group Head of Southeast Asia divisi Bayer Crop Science, Simon-Thorsten Wiebusch, dalam siaran pers yang diterima InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.
Lebih lanjut tutur Wiebusch, solusi inovatif di bidang pertanian merupakan hasil dari salah satu investasi riset dan pengembangan terbesar di industri. Selain melanjutkan inovasi untuk mengendalikan hama, penyakit tumbuhan, dan gulma, Bayer juga terus mencari bidang-bidang inovasi baru. “Sebagai contoh, bibit hybrid kami dapat meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap kekeringan dan perendaman sebagai dampak dari El Niño dan perubahan iklim yang dihadapi sektor pertanian kita hari ini,” katanya.
Sementara dikatakan President Director of PT Bayer Indonesia, Ashraf Al-Ouf, mayoritas petani di ASEAN, khususnya Indonesia, memiliki lahan yang kecilsehingga mereka seringkalitidak memiliki akses untuk peralatan, teknologi, serta pelatihan yang mereka butuhkan untuk membantu memaksimalkan hasil panen dan produktivitas mereka. “Untuk itu, Bayer secara aktif berkolaborasi dengan berbagai mitra baik dari sektor publik maupun swasta untuk mendorong pertumbuhan dan memfasilitasi pertukaran keahlian, teknologi, dan sumber daya,” kata Ashraf Al-Ouf.(T2)







