Berita Lintas
sawitbaik

Giliran La-Nina Muncul di Juli-September 2016



Giliran La-Nina Muncul di Juli-September 2016

INFO SAWIT, JAKARTA – Setelah melemahnya iklim El-nino semenjak Desember 2015 sampai April 2016, kini giliran La-nina bakal muncul, yakni gejala iklim dengan curah hujan tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, fenomena La Nina akan berlangsung pada bulan Juli hingga September 2016. "Setelah fenomena El Nino yang terjadi cukup kuat beberapa bulan lalu, saat ini kami perkirakan, dampak La Nina akan terjadi mulai Juli hingga September mendatang," kata Kepala BMKG, Andi Eka Sakya di Manado, Jumat, seperti ditulis Antara.

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia tidak terlalu signifikan karena pengaruh El Nino yang cukup kuat. Saat ini pengaruh El Nino sudah menurun, yakni puncaknya terjadi sejak Desember 2015 kemudian menurun hingga Februari dan menunjukkan kondisi netral sekitar Maret dan April 2016.

Dampak La Nina berdasar pengalaman 1998 dan perbandingan pada 2010 adalah kenaikan curah hujan dimulai pada periode Juli, Agustus dan September 2016.

Secara umum, fenomena La Nina berkebalikan dengan El Nino, yakni curah hujan akan semakin bertambah. "Kalau El Nino, curah hujan akan berkurang, sedangkan La Nina sebaliknya. Curah hujan akan makin bertambah apalagi jika terjadi pada bulan akhir tahun yang sudah memasuki musim hujan," katanya.

Sebelumnya BMKG susah untuk melakukan prediksi fenomena La Nina. Namun melihat kondisi yang ada saat ini - curah hujan yang tinggi, La Nina diperkirakan akan mulai pada Juli hingga September.

Curah hujan di Indonesia, katanya, sangat bergantung pada monsoom Asia - pola angin musiman berbentuk setiap enam bulan sekali di Indonesia. (T2)