INFO SAWIT, NANGA TAYAP -Kepala Badan Nasional Pencegahan Bencana (BNPB) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Nyarong menuturkan, potensi kebakaran di provinsiitu cukup tinggi. Merujuk hasil inventarisasi yang sudah dilakukan, terdapat seluas 745 ribu hektare lahan gambut.
Dari luasan tersebut di tahun 2015 silam, sekitar 74 ribu hektarelahan gambut terbakar. “Sementara total lahan yang terbakar selama 2015 ialah seluas 137,88 hektare merupakan lahan mineral dan lahan gambut,” tutur Nyarong kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Nanga Tayap, disela-sela acara peresmian Desa Siaga Api, Maret silam.
Sebab itu, lanjut Nyarong, guna mencegah terjadinyakembalikebakaran lahan, pihaknya melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk membentuk satuan tugas di Kabupaten serta pembentukan tim antisipasi kebakaran, sesuai regulasi dan diperkuat dengan SK Gubernur.
Hasilrapat mengenai hotspot pada 8 Maret 2016 silam adalah pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya sepakat mendukung program Desa Siaga Api. “Ini adalah apresiasi dunia usaha yang baik terhadap sosialisasi pemerintah daerah terkait kebakaran lahan bersama masyarakat,” kata Nyarong. (T2)







