INFO SAWIT, NANGATAYAP –Chief Executive Officer PT Agrolestari Mandiri, anak usaha PT SMART Tbk., Susanto Yangmengatakan, peluncuran program Desa Siaga Api merupakan bentuk sumbangsih dari pelaku usaha dalam mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan karena akanberimplikasi buruk bagi ekonomi dan keamanan. Khususnya untuk ibu-ibu dan anak-anak, mereka bakal terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).
Sebab itu, tutur Susanto, PT Agrolestari Mandari terpanggil untuk ikut berkontribusi dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. “Semenjak akhir tahun 2015 lalu, kami di kantor pusat langsung menyusun langkah-langkah bersama sesuai arahan Bapak Presiden untuk melibatkan masyarakat dalam melakukan pencegahan kebakaran,” kata Susanto.
Bagi perusahaan sendiri, upaya pencegahan kebakaran lahan sudah dilakukan semenjak tahun 1997, lewat pembentukan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembukaan lahan dengan tanpa bakar (zerro burning). “Pada 4 Februari 2011, diterbitkan kebijakan untuktidak lagi menanam di lahan gambut,” katanya kepada InfoSAWIT, di Nanga Tayap belum lama ini.
Susanto jugamengatakan, tujuan peluncuran program Desa Siaga Api adalah, yang pertama, upaya untuk mengajak masyarakatsecara partisipatif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sekaligus sebagai upaya penyadaran masyarakat dari dampak kebakaran lahan dan mengubah perilaku masyarakat.
Kedua, membentuk satuan tugas di setiap desa sekitar perusahaan, dengan jumlah anggota sebanyak 15 orang, untuk memantau terjadinya kebakaran lahan. Tercatat, saat ini sudah 8 desa terlibat. Susantojugamengatakan, tim itu bakal dilatih dan didik bersama Manggala Agni dan Rindam, supaya siap dalam menghadapi kebakaran dan pemahaman kebakaran.
Ketiga, membentuk tim participatory mapping yang difasilitasi perusahaan dengan melibatkan masyarakat untuk mendukung program pemetaan batas-batas desa. Sehingga nantinya bisa dipetakan, mana areal sawit perusahaan, areal sawit masyarakat dan kebun karet. Pemetaan ini sekaligus untuk mengetahui resiko-resiko kebakaran. Pemetaan ini diharapkanrampung sebelum kemarau tahun ini datang. (T2)










