INFO SAWIT, JAKARTA - Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) diperkirakan dapat memperpanjang penurunan dari level tertinggi dua tahun. Hal tersebut disebabkan oleh pulihnya produksi global yang lebih cepat dari perkiraan.
Mengutip Bloomberg, Kamis, harga CPO kontrak pengiriman Agustus 2016 di Malaysia Derivative Exchange tergerus 1,6% ke level RM 2.519 per ton dibanding sebelumnya.
Dorab Mistry, Direktur Godrej International Ltd menyatakan, harga CPO bisa meluncur kembali ke RM 2.500 per ton dengan pemulihan output cukup kuat di bulan Juli mendatang sehingga membuat pasokan terus meningkat. Mistry memperkirakan pergerakan harga Cpo akan berada di kisaran RM 2.600 - RM 2.800 per ton dari saat ini hingga bulan Juli.
Harga Cpo yang banyak digunakan sebagai bahan pembuat kue hingga kosmetik dan biofuel menanjak hingga RM 2.793 per ton pada bulan Maret lalu, atau level tertinggi sejak 2014. Kenaikan harga ditopang oleh adanya badai El Nino yang mengganggu produksi kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia sebagai produsen terbesar.
"Minyak sawit harus kompetitif untuk mendapatkan kembali pangsa pasar yang hilang," ujar Mistry, seperti dikutip Bloomberg.(T2)







