INFO SAWIT, JAKARTA - Rencana Presiden Jokowi melakukan moratorium perkebunan kelapa sawit, menjadi tanya banyak pihak. Pasalnya, keberadaan moratorium akan mengancam keberlangsungan industri sawit secara holistik. Tak hanya dunia usaha yang terancam, jutaan rakyat Indonesia yang bergelut didalam mata rantai minyak sawit, juga bakalan sulit bertahan hidup.
Berbagai profesi yang dilakoni rakyat Indonesia dalam industri minyak sawit, seperti wiraswasta, jasa, pedagang hingga petani bakal mengalami kesulitan mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, jika rencana moratorium sawit dilakukan pemerintah. Keberadaan puluhan juta rakyat Indonesia yang menggantungkan hidup dari industri hulu hingga hilir sawit, akan mengalami kesulitan mencari penghasilan.
Di sisi lain, berbagai upaya membangun industri minyak sawit berkelanjutan, yang juga telah dilakukan pemerintah melalui mandatori Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) juga akan terhambat dengan sendirinya. Lantaran, sertifikasi ISPO yang digadang-gadang mampu mengangkat keberlanjutan minyak sawit terkesan hanya mimpi belaka.
Alhasil, banyak kerugian yang bakal menimpa nasib puluhan juta rakyat Indonesia. Ketika pemimpin negeri ini, Presiden Jokowi berencana melakukan moratorium sawit, maka berbagai efek negatif langsung maupun lanjutan, akan banyak merugikan keberadaan puluhan juta rakyat Indonesia.
Alasan yang terkemuka, ingin meningkatkan produktivitas dan kecukupan lahan perkebunan kelapa sawit dewasa ini, menjadi jargon bagi pemerintah dalam menginisiasi rencana moratorium sawit. Bila dilakukan, akankah petani kelapa sawit dapat bertahan hidup? (Penulis Edi Suhardi, Direktur Sustainability PT Agro Indomas/VP II RSPO)
Baca Lebih Lengkap di InfoSAWIT Edisi Mei 2016
Http://store.infosawit.com










