Berita Lintas
sawitbaik

Skim Inovasi Rantai Nilai Agro Targetkan 1 Juta Petani



Skim Inovasi Rantai Nilai Agro Targetkan 1 Juta Petani

INFO SAWIT, JAKARTA - Hingga empat tahun mendatang, satu juta petani dari berbagai komoditas sektor agro di seluruh Indonesia akan menjadi sasaran penerima manfaat dari Skema Inovasi Rantai Nilai yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Program kemitraan terpadu yang diusung oleh Pemerintah Indonesia, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang difasilitasi pelaksanaannya oleh PISAgro (Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture) ini telah berhasil menjangkau lebih dari 445 ribu petani pada tahun 2016, dengan luas area mencapai lebih dari 350 ribu hektar. Dari tingkat partisipasi petani pada tahun 2015, program ini menjangkau 83 ribu petani dan total lahan mencapai 67 ribu hektar.

Ketua KADIN, Rosan P Roeslani, , mengatakan, petani swadaya memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, tetapi menemui banyak kendala dalam mempertahankan apalagi meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka. Skema Inovasi Rantai Nilai bagi sektor agro merupakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Plus, sebuah skema kredit untuk petani dengan manfaat tambahan seperti pemberian biaya hidup selama masa tunggu panen.

Lebih lanjut tutur Rosan, program ini juga memberi dukungan infrastruktur perkebunan, penyediaan bibit dan pupuk berkualitas, pendampingan dan disiplin implementasi praktek budidaya yang baik juga akses terhadap perbankan dan edukasi literasi keuangan, pemberdayaan petani melalui koperasi serta bantuan pengurusan sertifikasi manajemen lingkungan (sustainability).

Uji coba implementasi financial inclusion telah berhasil dilakukan di komoditas jagung, kelapa sawit dan kopi, yang kemudian diikuti oleh kakao dan komoditas lain seperti padi, kedelai, kentang, hortikultura dan karet. Proyek-proyek uji coba ini telah terbukti berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani rata-rata 25%, tergantung dari komoditas dan petani yang mengikuti program ini.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Agribisnis, Pangan & Kehutanan dan Co-Chair PISAgro, Franky O. Widjaja mengatakan, banyak petani yang membutuhkan akses pada inovasi pembiayaan berbentuk kredit dengan suku bunga terjangkau untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. Komunitas keuangan memiliki peran yang sangat penting dan kita mengharapkan kolaborasi yang lebih besar dari perbankan, asuransi dan institusi lainnya untuk membantu petani mengatasi kebutuhan pembiayaan mereka. “Bila petani sejahtera, Indonesia juga sejahtera,” katanya di Jakarta. (T2)