INFO SAWIT, JAKARTA - Apa pertanyaan muncul apa benar lahan gambut mudah terbakar? Jawabannya bisa iya, bisa pula tidak. Gambut yang mudah terbakar kondisinya haruslah kering. Itu sebabnya, sejumlah lahan gambut menjadi korban dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Maret 2016.
Hal yang cukup aneh, keberadaan lahan bergambut justru disalahkan. Dianggap sebagai salah satu pemicu kebakaran. Padahal, lahan gambut adalah berkah apabila tahu cara mengelolanya.
Sifat yang berbeda dimiliki gambut yang lembab alias basah. Gambut jenis ini sangat sulit terbakar. Selain itu, lahan gambut yang lembab sangat cocok untuk budi daya kelapa sawit.
Adanya dua sifat yang bertolak belakang ini lantaran gambut berasal dari batang pohon, ranting, dedaunan serta sisa tumbuhan yang setengah membusuk. Yang usianya bisa ratusan hingga ribuan tahun. Alhasil, gambut memiliki kandungan organik yang cukup tinggi.
Nah, agar lahan gambut tetap lembab, caranya sederhana saja. Bangun saluran air, berupa benteng, selokan, pintu air di sekeliling lahan. Dan, ketinggian air di saluran tersebut dijaga 50-75 centimeter. Sistem inilah yang disebut water management.
Kini, sebagian besar lahan sawit baik yang dikelola industri maupun petani, sudah menggunakan water management. Dengan menjaga kelembaban gambut, dampaknya cukup efektif. Khususnya mencegah kebakaran serta menjaga unsur hara yang sangat dibutuhkan sawit.
"Air di lahan gambut itu makanan utama bagi sawit. jadi, memang perlu dipertahankan," papar Prof Erwin Harahap, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), tulis Inilah.com.










