INFO SAWIT, JAMBI - Sampai April 2016, produksi Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) telah mencapai 12,9 juta ton. Atau telah mencapai sebanyak 18% dari total produksi CPO di dunia.
Sementara luas lahan bersertifikat mencapai 3,5 hektare pada periode sama. Dari produksi CSPO di dunia, kontribusi CSPO asal Indonesia mencapai 51% sementara produksi Certified Sustainable Palm Kernel (CSPK) mencapai 48%. Per April 2016, produksi CSPO Indonesia mencapai 6,07 ton, dan luas lahan bersertifikat mencapai 1,61 hektare.
Hanya saja untuk saat ini tutur Direktur Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Tiur Rumondang, tantangan RSPO kedepan ialah peningkatan praktik budidaya berkelanjutan untuk petani swadaya.
Lantaran petani masih banyak menggunakan bibit tidak bersertifikat, tingkat teknologi Good Agricultural Practicess (GAP) masih jauh dari standar, dokumentasi terbatas, lemahnya kelembagaan petani, harga TBS yang tidak berharga premium. “Termasuk masih kurangnya akses petani swadaya ke pabrik kelapa sawit,” kata Tiur kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jambi. (T2)







