INFO SAWIT, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Erwin Harahap mengkritisi rencana pemerintah untuk melakukan moratorium terhadap konsesi lahan perkebunan kelapa sawit yang dicetuskan Presiden Joko Widodo.
Menurut Erwin ketika dihubungi dari Jakarta, Senin, kebijakan pemerintah tersebut kurang tepat karena berdasarkan penelitiannya kelapa sawit adalah tumbuhan konservasi yang dapat membuat tanah "tidak subur" menjadi produktif kembali. "Bahkan ketika kelapa sawit ditanam di tanah bekas tambang timah hasilnya bagus," ujar Erwin seperti ditulis Medanbisnis.
Dalam pidato pengukuhan dirinya sebagai guru besar pada tahun 2007 dengan judul "Peranan Tanaman Kelapa Sawit pada Konservasi Tanah dan Air", Erwin menyimpulkan bahwa kelapa sawit memiliki kemampuan merehabilitasi tanah dan memperbaiki tata air.
Selain itu, kelapa sawit juga diyakin Erwin dapat memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menyediakan bahan baku industri yang terus menerus. "Tidak ada data ilmiah yang menyatakan kelapa sawit itu tidak bagus," kata dia.
Erwin melanjutkan, kelapa sawit juga tanaman terbaik yang bisa ditanam di wilayah gambut karena lebih bernilai secara ekonomis. Indonesia sendiri, tutur dia, memiliki sekitar 30 juta hektare lahan gambut potensial. Dengan menanam sawit di gambut, tanah dengan unsur karbon itu bisa menghasilkan produk yang berkelanjutan (sustainable).(T2)










