INFO SAWIT, JAKARTA - Industri kelapa sawit di Indonesia kini dapat dikatakan bergembira. Sebab, harga minyak sawit mentah dunia (crude palm oil/CPO) kini mencapai US$ 750 per ton dari sebelumnya US$ per ton. Artinya, harga sawit sudah mengalami kenaikan sebesar kurang lebih 50% selama kurun waktu 18 bulan terakhir.
Akan tetapi, Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong meminta agar banyak pihak yang terlibat dalam industri kelapa sawit tidak terlalu bergembira dulu. Menurutnya, tingginya harga sawit ini belum tentu masih akan terus bertahan hingga dalam kurun waktu 12 hingga 24 bulan ke depan. Sebab, harga CPO yang saat ini melonjak naik karena diiringi oleh naiknya harga minyak mentah dunia (crude oil) yang berada di kisaran US$30-US$50 per barel.
"Kita harus mulai waspada. Khususnya harga CPO karena kenaikan crude oil dari US$30-US$50 yang alami rebound luar biasa," ujarnya di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Kamis.
Adapun situasi yang paling diharapkan, lanjut Lembong, adalah stabilitas harga minyak mentah dunia (crude oil), agar harga CPO juga tetap bertahan. Jika harga minyak mentah kembali turun, maka juga akan memberikan dampak negatif penurunan juga pada harga CPO.(T2)










