INFO SAWIT, PASIRPANGARAIAN- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Aceng Herdiana ST,MT, mengakui pihaknya siap mendukung wacana program restorasi lahan gambut yang akan dilakukan pemerintah pusat, melalui Badan Restorasi Gambut (BRG).
Menurutnya, restorasi lahan gambut bukan hanya upaya memulihkan lahan yang telah rusak. Namun, program ini dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di kawasan gambut.
Di Kabupaten Rohul sendiri, ungkap Aceng, lahan gambut ada dua kecamatan dan rawan Karlahut, yakni gambut di Kecamatan Bonai Darussalam, dan sebagian kecil di Kecamatan Kepenuhan.
Meski demikian, BPBD Rohul belum punya data berapa luasan lahan gambut di Kecamatan Bonai Darussalam dan Kecamatan Kepenuhan."Saat ini kami masih melakukan pendataan dan inventarisir lahan gambut yang ada," ujar Aceng ditemui riauterkini.com di kantornya, Selasa seperti kutip Riauterkini.
Menurut pria berkacamata ini, program restorasi gambut merupakan upaya pemerintah mengembalikan lingkungan, dan mencegah Karlahut, terutama di musim kering. Saat terbakar, diakuinya, kawasan gambut berpotensi mengeluarkan karbon yang bahaya bagi kesehatan manusia.
Inventarisir lahan gambut, diakui Aceng dibutuhkan mengingat Kabupaten Rohul punya lahan gambut yang sudah ditempati dan sudah berubah fungsi menjadi areal perkebunan masyarakat dan perusahaan.
Aceng mengungkapkan Pemkab Rohul sejauh ini telah melakukan pencegahan dan penanggulangan Karlahut, seperti membentuk Masyarakat Peduli Api, sosialisasi dan edukasi ke masyarakat tentang pencegahan Karlahut, termasuk pembuatan sekat kanal atau canal blocking di lahan gambut.(T2)










