INFO SAWIT, KONGBENG - Kendati sudah berumur, tampaknya tak menjadi persoalan besar bagi Haji Colly (74) untuk tetap semangat bekerja. Tampak dari sikap sigap yang kerap ditujukan. Bagi Koperasi Jasa Mutiara Kongbeng, Haji Colly adalah sesepuh dan dihormati karena pria sepuh ini adalah pelopor terbentuknya koperasi dan kebun sawit, seluas 674,26 hektare (ha).
Sudah semenjak tahun 1980-an Haji Colly adalah saudagar dalam jual-beli ternak, khususnya sapi. Nah, dari berjualan sapi inilah sumber pendanaan dan cikal bakal pria asal Sulawesi itu untuk membangun kebun sawit.
Tahun 2004, Haji Colly memutuskan untuk membeli kebun sawit seluas 1000 ha, dengan harga kala itu Rp 1 juta/ha, yang dibeli dari hasil keringat berjualan sapi. Alasan Haji Colly memilih membangun kebun sawit adalah karena berkebun sawit merupakan usaha untuk terus bisa dinikmati hingga anak dan cucu. Sedangkan berjualan ternak memiliki batas. Selain itu, persaingan pun semakin ketat. “Sapi itu ‘susah lari’ke cucu, kalau sawit bisa ke anak cucu,” katanya saat InfoSAWIT bertandang di kantor KUD Jasa Mutiara Kongbeng, belum lama ini di Kongbeng.
Namun hebatnya, pembelian 1000 ha itu tidak dimiliki untuk diri sendiri tetapi menjualnya kembali ke sanak saudaranya yang masih belum memiliki tingkat ekonomi mencukupi di Bone, Sulawesi Selatan. Hanya saja lahan seluas 400 ha dari total lahan yang dibeli Haji Colly tersangkut sengketa dengan lahan plasma.
Maka hanya sisa lahan tersebut akhirnya dibeli dan terbagi untuk sekitar 76 keluarga, dari Sulawesi yang sepakat untuk berkebun sawit. Kini kondisi ekonomi mereka pun sudah mulai membaik. “Penghasilan kami rata-rata sekitar Rp 30 juta untuk setiap 10 ha. Itu masih kotor – belum untuk pupuk dan lainnya,” kata Haji Colly menjelaskan.
Kendati kondisi ekonomi sudah cukup baik, namun hasil kebunnya belum maksimal. Haji Colly pun berinisiatif memacu pendapatan petani sawit dengan mendorong sanak keluarganya untuk segera mendirikan Koperasi sendiri dan bermitra denga PT Kresna Duta Agroindo dalam skim inovasi pembiayaan pembinaan, Kemitraan itu berupa bantuan kredit pupuk dan saprodi. “Harapannya pemupukan akan lebih teratur dan pendapatan kami pun bertambah,” tandas Haji Colly. (T2)










