INFO SAWIT, SAMARINDA - Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Zulkarnain menilai, ekspor-impor Kaltim tak akan mengalami perkembangan bila belum memiliki industri hilirisasi. Terkhususnya hilirisasi sumber daya alam (SDA).
“Sudah saya katakan, hilirisasi di Kaltim ini sifatnya urgent. Apalagi Kaltim memiliki SDA unggulan, seperti komoditi kelapa sawit. Sebab, sawit maupun CPO (crude palm oil) sangat berpotensi untuk dijadikan penopang ekonomi daerah, karena pertambangan sudah mulai menurun geliatnya,” urai dia.
Bahkan, Zulkarnain menyatakan, visi Kaltim harus segera diperbarui untuk segera melakukan transformasi ekonomi. Yakni, ditegaskannya, transformasi ekonomi sebelum pascatambang. “Bukan transformasi ekonomi pascatambang. Tapi sebelumnya. Jadi, ekspor kita akan bisa meningkat bila ada hilirisasi. Kalau seperti saat ini, belum ada hilirisasi, maka ekspor-impor akan begitu-begitu saja,” tegas dia, seperti kutipKaltim Post belum lama ini.(T2)










