PEKANBARU – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulher, pihaknya mendorong pengolahan Biomassa yang bersumber kepada limbah padat dan cair komoditas perkebunan sebagai sumber energi baru dan terbarukan oleh pelaku usaha.
Menurutnya bahan baku biomassa di Riau sangat berlimpah dan selama ini hanya menjadi limbah yang merusak lingkungan. Dengan diolahnya biomassa tersebut, akan memberi imbas positif antara lain akan menjadikan agro industri yang ramah lingkungan, menambah pendapatan daerah, dan membantu program ketahanan energi nasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
"Biomassa dari 187 PKS di Riau setidaknya mampu menghasilkan tidak kurang dari 187 MW daya listrik. Dengan nilai 187 MW, dapat mengalahkan produksi listrik dari PLTA Koto Panjang sebesar 115 MW yang selama ini telah mengelektrifikasi Sumbar Dan Riau. Dengan bahan baku yang berlimpah ini, maka seharusnya Riau bisa menjadi lumbung listrik," katanya dalam rapat pertemuan energi terbarukan yang berasal dari Biomassa kelapa sawit di Pekanbaru, Selasa (4/11/2014), seperti dilansir Spirit Riau.
Lanjutnya ia menjelaskan, perusahaan perkebunan yang telah mengolah biomassa menjadi bioenergi hingga kini yaitu PTPN V kebun Sei Tandun, dan PT. Musim Mas grup. Untuk itu, masih terdapat 180-an perusahaan perkebunann yang belum mengolahnya. (T3)










