Berita Lintas
sawitbaik

Ekspor CPO Lewat Pos Perbatasan Mandeg



Ekspor CPO Lewat Pos Perbatasan Mandeg

INFO SAWIT, PUTUSSIBAU— Ekspor crude palm oil (CPO) milik perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah perbatasan Kapuas Hulu, tepatnya di kecamatan Badau melalui pos lintas batas negara (PLBN) Nanga Badau mulai mandek.

Ditengarai mandeknya ekspor CPO pertama di Kalbar ini lebih dipengaruhi pada harga CPO dunia, sehingga berdampak langsung pada penurunan pendapatan negara dari CPO.

Kabupaten Kapuas Hulu merupakan kabupaten ujung timur Kalimantan Barat yang secara geografis berdekatan dengan Malaysia. Secara ekonomi, masyarakat Kapuas Hulu, terutama dikawasan perbatasan masih bergantung dari negeri Jiran sebagai pemasok kebutuhan masyarakat umum.

Komoditi-komoditi tersebut dipasarkan melalaui pintu PLBN Nanga Badau yang kini masih dibangun.

Belakangan ini intensitas ekspor CPO Sawit dari perbatasan Kapuas Hulu tujuan Malaysia menurun drastis. Sehingga berpotensi pada penurunan pendapatan negara dari pajak ekspor CPO. Mandeknya ekspor CPO ini dibenarkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Nanga Badau, Indra Mustika Wiratama. “Sudah sekitar dua bulanan ini jarang ekspor CPO lagi,” ungkapnya.

Indra mengaku tidak ada penjelasan dari pihak perusahaan yang mengekspor CPO ke Malaysia. Menurut dia, walaupun ekspor CPO jarang dilakukan. Produksi CPO masih terlihat aktif, khususnya di kilang CPO yang ada diperbatasan negera.“Produksi CPO masih, cuma sudah jarang ekspor lagi. Mungki saja negosiasi harga atau masalah lain, yang belum ada kesepakatan,” papar dia.(T2)