INFO SAWIT, JAKARTA - Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Gamal Nasir mengakui bahwa kelapa sawit, selain sebagai komoditas strategis bagi Indonesia, juga sebagai komoditas pertanian yang peduli terhadap prinsip sustainable (berkelanjutan). “Barangkali hanya kelapa sawit di Indonesia diwajibkan menerapkan kewajiban ISPO”, kata Gamal, Rabu.
Lanjut Gamal, seperti kutip Indopos, pemerintah tidak menutup mata, ada perkebunan kelapa sawit di masa lalu dan dibangun tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Tapi sedikit demi sedikit hingga saat ini,ada perkebunan kelapa sawit telah menerapkan konsep perkebunan yang sustainable.
Tidak hanya itu, konsep Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) tidak hanya mengarah kepada konsep perkebunan yang sustainable tapi juga telah disesuaikan dengan peraturan, serta perundang-undangan yang berlaku. Artinya, perkebunan yang telah mendapatkan sertifikat ISPO tidak hanya telah menerapkan konsep perkebunan yang sustainable tapi juga telah menjalankan peraturan yang berlaku didalam negeri.
“Jadi kita telah mengeluarkan berbagi regulasi yang pro lingkungan. Satu di antaranya, perusahaan wajib menyisihkan sebagaian lahan hak guna usaha (HGU)-nya untuk dijadikan areal konservasi,” terang Gamal. (T2)










