Berita Lintas
sawitbaik

Inovasi Pembiayaan: Kebun Dikelola Secara Standar Perusahaan



Ket Foto: Dari Kiri Helmi, petani swadaya, Idrus Kepala Bidang Usaha Perkebunan, Dinas Perkebunan Kampar, H. Adlis, petani swadaya.
Inovasi Pembiayaan: Kebun Dikelola Secara Standar Perusahaan

INFO SAWIT, KAMPAR -Berbekal lahan warisan keluarga, M Helmi (27), bergabung dengan skim inovasi pembiayaan peremajaan kelapa sawit. Ketertarikannya terhadap skim ini, lantaran kebun sawit miliknya bakal dikelola menggunakan standar sesuai budidaya yang dilakukan perusahaan, ditanam dengan bibit sawit unggul berkualitas, misalnya bibit bersertifikat Dami Mas, serta perawatan juga diyakini bakal lebih maksimal.

Padahal sebelumnya, kebun sawit yang dikelola secara swadaya tidak menghasilkan produksi yang memuaskan, sebab menggunakan bibit tidak bersertifikat, serta perawatan kebun yang juga kurang mencukupi.

Hasilnya juga berimplikasi pada kualitas buah, sehingga pabrik kelapa sawit tidak mau menerima hasil buah dari kebun sawit miliknya, ujung-ujungnya tutur lulusan Politenik Caltex ini, dengan terpaksa buah sawit miliknya dijual ke para tengkulak yang harganya justru sangat jauh dibandingkan dengan harga di pabrik. “Buat makan saja kurang,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Kampar. 

Saat ini, tutur Helmi, dirinya dipercaya menjadi Ketua Kelompok Tani Petapahan yang beranggotakan sebanyak 34 petani, dengan luas lahan mencapai 104,77 hekter. Helmi juga memberikan catatan bahwa semua lahan kebun sawit yang diikutsertakan dalam inovasi pembiayaan peremajaan seluruhnya legal dan sesuai peraturan perundangan di Indonesia. “Semuanya legal sesuai aturan yang berlaku,” katanya menjelaskan. (T2)