Berita Lintas
sawitbaik

Berharap Pendapatan Bisa Meningkat



Berharap Pendapatan Bisa Meningkat

INFO SAWIT, RANTAU PANJANG -Sebelumnya masyarakat Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menanam karet tahun 2009, itupun terjadi lantaran adanya bantuan bibit dari pemerintah. Hanya saja lantaran perawatan dan akses pasar yang cukup sulit, kebun karet masyarakat mulai banyak ditinggalkan. Sementara sebagian lagi ada yang mencoba untuk bertanam hortikultura seperti merica dan tanaman pangan lainnya.

Tutur Masroni yang akrab dipanggil Dang, pendapatan petani di desanya tak juga kunjung membaik, padahal di wilayahya sumber daya lahan cukup luas, hanya saja untuk berbudidaya sawit terbilang baru bagi masyarakat Desa Batu Timbau. “Kita mau tanam sawit, tapi kemana kita akan jual, lantas bibit sawit mesti didapat dari mana,” tanya Dang.

Untungnya ada skim inovasi pembiayaan pembinaan yang ditawarkan PT Kresna Duta Agroindo, berupa bantuan kredit bibit. Maka di tahun 2015 lalu Kelompok Tani Serbaguna menyepakati untuk bermitra dengan salah satu anak PT SMART Tbk. tersebut. “Kita akan bekerjasam untuk lahan seluas 500 ha, padahal potensinya bisa mencapai 1000 ha,” katanya kepada InfoSAWIT belum lama ini.

Cerita Dang, yang juga merangkap sebagai Ketua Adat Besar dari Kesultanan Kutai, proses kemitraan dengan inovasi pembiayaan pembinaan berupa bantuan kredit bibit ini bakal dilakukan secara bertahap, untuk pembangunan tahap awal sekitar 250 ha. “Ternyata banyak masyarakat yang sudah tergila-gila pingin buka kebun sawit juga,” kata Dang.

Dang pun berharap kemitraan ini ini bisa dilakukan secara full manage oleh perusahaan, lantaran hasil kebun sawit diyakini bakal lebih maksimal, sementara pendapatan petani lebih pasti. “Kita beharap full manage, sementara kredit bibit ini rencanya pembukaan lahan pada bulan Juli dan tanam di Agustus, harapannya pendapatan kami bisa meningkat,” tandas Dang. (T2)