INFO SAWIT, KONGBENG -Sebelumnya di Bone, Sulawesi Selatan, Andi Burhanudin adalah peternak sapi, namun kala sapi sulit didapat dan penghasilan yang belum juga stabil. Pria 42 tahun itu pun memutuskan untuk merantau ke Kongbeng untuk berkebun kelapa sawit. “Tertarik berkebun sawit lantaran saya lihat banyak keluarga saya yang duluan berhasil, akhirnya kita pilih sawit supaya kedepan bisa sukses seperti mereka,” kata Andi Burhanudin kepada InfoSAWIT belum lama ini di Kongbeng.
Namun untuk bermitra dengan perusahaan tidak langsung dilakoni Andi, lantaran kata dia, merujuk dari pengalaman diwilayahnya banyak yang masih terhadang kendala, maka Andi pun memutuskan untuk memantau terlebih dahulu program yang ditawarkan PT Kresna Duta Agroindo, anak usaha PT SMART Tbk., lewat skim inovasi pembiayaan tersebut.
Setelah hampir tiga bulan melihat, ternyata hasilnya menguntungkan, nampak dari petani swadaya yang telah terlebih dahulu bergabung dengan skim inovasi pembiayaan melalui Koperasi Jasa Mutiara Kongbeng. “Alasan kita mau bergabung lantaran terlihat koperasi disini lebih transparan dengan masyarakat sehingga kita tertarik,” katanya.
Lebih lanjut tutur Andi, tidak hanya dirinya saja yang tertarik bergabung ke Koperasi Jasa Mutiara Kongbeng, tetapi juga banyak petani lainnya yang luasan lahan sawit swadayanya diperkirakan mencapai 500 ha. “Tiga bulan terakhir baru tertarik untuk bergabung ke JMK, sekitar ratusan KK yang kabarnya akan mau gabung,” tandas dia. (T2)










