INFO SAWIT, SIAK - Kondisi perkebunan kelapa sawit masyarakat jadi kekhawatiran Pemerintah Kabupaten. Dari empat kecamatan, yaitu, Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Koto Gasib dan Dayun, 14 ribu hektare harus segera diremajakan. "Kalau tak diremajakan, produktivitasnya menurun terus," kata Bupati Siak, Syamsuar, baru-baru ini, seperti ditulis Riaubook.
Sementara kalau diremajakan, petani khawatir akan kehilangan pendapatan. Dalam berbagai kesempatan, ia sendiri telah meyakinkan warga akan usaha sampingan, seperti ternak, maupun pertanian.
Namun, lagi-lagi keraguan menyelimuti petani, sebab mereka akan terlilit utang dan bunga pinjaman yang terkadang tak sesuai dengan pendapatan. Selain itu, celakanya lagi, perusahaan yang hendak bermitra dengan petani dan membantu petani saat peremajaan menolak untuk menjadi avalis. Sebab tak sesuai dengan apa yang diharapkan. "Lebih baik mereka membeli buah dari petani," kata dia.
Dalam kondisi ini, Syamsuar mengakui, hal ini jadi kecemasan. Bila nanti hasil produksi menurun, yang jadi kekhawatiran adalah petani mengambil jalan pintas – menjual lahan mereka. Kalau sudah begini, tentu aset sudah berpaling ke orang lain. Lahan sumber pendapatan tak ada lagi. Dampaknya, muncul kemiskinan baru. "Kami tidak menginginkan ini," kata dia. (T2)









