Berita Lintas
sawitbaik

Buat Kebun Itu Tidak Ada yang Gratis



Buat Kebun Itu Tidak Ada yang Gratis

INFO SAWIT, JAK LUAY - Jika biasanya petani sawit itu identik dengan para pendatang dari pulau Jawa atau Sumatera, maka utamanya di Kalimantan Timur, ternyata banyak juga petani yang berasal dari suku dayak Wehea.

Semisal salah satunya adalah Heronimus Mat Eng, yang merupakan petani asal Desa Jak Luay, Kecamatan Muara Wahau, dari suku Dayak Wehea. Pria 55 tahun itu bercerita, kala tahun 2010 silam dirinya beserta petani lainnya mencoba untuk merubah pemikiran para masyarakat lokal untuk mau bertanam sawit guna mendapatkan tingkat ekonomi yang lebih baik.

Kata Mat Eng, hanya saja kebanyakan masyarakat di wilayahnya bakal mau berkebun sawit, asalkan dikasih atau diberikan secara gratis oleh perusahaan atau pemerintah. “Sebab itu kita ganti mainset masyarakat supaya merasakan menanam sawit itu tidak gratisan,” katanya kepada InfoSAWIT, di Desa Jak Luay, belum lama ini.

Anggapan salah ini pun coba diluruskan Mat Eng bersama teman petani lainnya, maka di tahun 2010 itu berdirilah Koperasi Prima Pantun yang telah beranggotakan sekitar 178 petani swadaya dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 304 ha. “Baru tertanam sekitar 288 ha, dan yang baru panen seluas 164 ha,” kata Mat Eng yang juga sebagai Bendahara di Koperasi Prima Pantun tersebut.

Dengan membuat koperasi dan mengelola kebun sawit secara swadaya yang didukung dengan inovasi pembiayaan dari PT Kresna Duta Agroindo, tercatat penghasilan petani anggota Koperasi Prima Pantun pun terus membaik. “Sekarang sudah kami rasakan manfaatnya, dengan penghasilan sekitar Rp 1 juta untuk setiap satu hektar,” kata Mat Eng.

Tidak hanya bermitra dengan perusahaan dalam skim inovasi pembiayaan pembinaan tersebut, tercatat Koperasi Prima Pantun pun diarahkan untuk bisa mengikuti skim Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). “Dalam bayangan kami, dengan memperoleh sertifikat ISPO, hasil buah sawit kami bakal tidak ada hambatan di pasar lantaran sudah sesuai dengan kriteria pembeli, kami sangat mendukung ISPO,” tandas Mat Eng. (T2)