Berita Lintas
sawitbaik

Pendekatan Sustainable Landscape untuk Kesejahteraan dan Penguatan Ekonomi Bangsa



Pencanangan Partnership untuk Sustainable Landscape di Sumatera Selatan oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin
Pendekatan Sustainable Landscape untuk Kesejahteraan dan Penguatan Ekonomi Bangsa

INFO SAWIT, JAKARTA - Sumberdaya alam bersifat terbatas, namun permintaan food, feed, fiber dan fuel  - 4F(bahan pangan, pakan ternak, sandang dan papan, serta bahan bakar) terus meningkat. Apabila tidak dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sumberdaya alam tidak lagi mampu menjamin ecosystem services  (jasa ekosistem) bagi kita semua, yang sesungguhnya diperlukan untuk memproduksi dan memenuhi permintaan 4F tersebut.

Jasa ekosistem sangat beragam yang kesemuanya sangat bernilai bagi kelangsungan kehidupan manusia. Mulai dari jasa pengadaan (pangan, air, papan, bahan baku), jasa regulator (penyerbukan tanaman, pengendali banjir dan penyakit, pemurnian air, pencegahan erosi dan penyimpanan CO2), jasa budaya (rekreasi, ibadah, dan jasa pendidikan), maupun jasa pendukung (penyimpanan dan peredaran nutrisi, pemeliharaan keragaman genetika).

Walaupun pendekatan holistik atas pengelolaan sumberdaya alam yang terbatas bukan hal baru, namun nyatanya saat ini upaya-upaya pengelolaan sumberdaya alam yang terbatas masih dilakukan secara sendiri-sendiri dan terpisah, untuk memenuhi tujuan masing-masing sektor.

Pendekatan Sustainable Landscape (atau Lanskap Berkelanjutan) mengajak para pemangku kepentingan di dalam maupun luar lanskap tersebut untuk menggalang partnership dan sinergi dalam mengelola sumberdaya alam secara lebih terkoordinasi. Partnership ini akan menggabungkan kekuatan dan keunikan yang dimiliki masing-masing aktor untuk mencapai kesejahteraan dan perekonomian yang lebih kuat di lanskap tersebut, sambil tetap mempertahankan proteksi lingkungan dan ekosistem yang sehat untuk menjamin keberlanjutan produksi 4F.

Sebuah Sustainable Landscape akan mampu menjamin jasa ekosistem untuk penduduk dan produksi komoditas di lanskap tersebut, yang pada akhirnya menjamin ketersediaan bahan pangan dan pendapatan, sambil berkontribusi pada pemenuhan komitmen nasional dan target global terkait penurunan emisi gas rumah kaca, konservasi biodiversity, penyediaan lapangan kerja, penggunaan energi dari sumber terbarukan, dan bahkan memasok kelebihan produksi pertanian dan perkebunan ke luar lanskap untuk memenuhi kebutuhan populasi  yang lebih luas.

Pada akhirnya, pendekatan ini akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi bangsa, sambil memastikan komoditas yang dihasilkan dari lanskap tersebut diproduksi secara berkelanjutan dapat diketahui sumbernya.

Pendekatan Sustainable Landscape pun telah mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah. Pada Juli 2015, Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin, telah menginisiasi pertemuan High Level Stakeholder Forum dan mencanangkan partnership dengan pemangku kepentingan untuk menerapkann pendekatan Sustainable Landscape di Sumatera Selatan. Pencanangan tersebut didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Asia Pulp and Paper (APP) yang beroperasi di Sumatera Selatan serta IDH-The Sustainable Trade Initiative. (IDH Sustainable Trade)