INFO SAWIT, KAMPAR -Menurut penuturan Manager Kebun Plasma Pola KKPA, wilayah Indragiri Hulu PT SMART Tbk., Burhanudin, guna mendukung berjalannya skim inovasi pembiayaan peremajaan, pihaknya juga tetap memberikan dukungan teknis berupa pembinaan dan informasi kepada petani swadaya secara transparan, baik itu untuk proses panen, pemupukan dan kebutuhan informasi lainnya. “Kami sediakan karyawan perusahaan setingkat asisten dan dua mandor untuk setiap desa,” tutur Burhanudin kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Kampar.
Lebih lanjut dikatakan Burhanudin, monitoring kebun petani juga bakal dilakukan secara rutin setiap hari, alasannya untuk mempermudah proses koordinasi antara pihak petani dengan perusahaan, termasuk tetap melakukan informasi perkembangan pengelolaan kebun petani.
Kendati pengelolaan skim inovasi pembiayaan peremajaan dilakukan lewat manajemen satu atap, dimana kebun petani dikelola secara manajemen satu atap oleh perusahaan, petani tetap memperoleh informasi-informasi terkait budidaya kebun, baik itu cara budidaya ataupun proses budidaya yang sedang dilakukan. “Transfer knowladge nya masih ada, bisa untuk saudaranya sebagai tambahan pengetahuan praktik budidaya misalnya,” tutur Burhanudin.
Sementara dikatakan Estate Manager Kijang Plasma PT SMART Tbk., Budin Nur Nasution, skim inovasi pembiayaan peremajaan berbeda dengan pola PIR-Trans dan KKPA. Inovasi pembiayaan ini memiliki keunggulan dibandingkan pola kemitraan sebelumnya, lantaran ada biaya kompensasi selama kebun milik petani masih masa TBM, atau sekitar 48 bulan, untuk biaya hidup.
Lantas dalam pengurusan sertifikasi lahan pun sudah termasuk dalam pembiayaan. “Selama petani memiliki surat keterangan jual-beli lahan, atau berupa SKT, perusahaan bakal membantu untuk ditingkatkan statusnya menjadi SHM, yang akan digunakan untuk jaminan ke perbankan dalam memperolah kredit pembiayaan,” katanya.
Dalam skim inovasi pembiayaan peremajaan ini, transparansi antara perusahaan dan petani sangat dikedepankan. Bahkan untuk memastikan berjalan dengan baiknya proses peremajaan, bakal pula diterjunkan konsultan independen ke lapangan setiap triwulan sekali. Cara demikian dilakukan untuk memantau proses peremajaan ini sudah sesuai dengan target atau tidak, termasuk memantau perkembangan tanaman dan perawatan yang bisa lihat langsung di lapangan.
Selanjutnya guna menjaga kebun sawit petani swadaya skim inovasi pembiayaan permajaan jauh dari tindakan pencurian buah sawit, petani juga diajak secara bersama-sama untuk melakukan pengamanan kebun sawitnya. “Kita juga meminta mereka untuk bersama bertanggung jawab bila ada kehilangan dan kerusakan, sehingga bisa saling mengawasi keamanan kebun,” tandas Budin Nur.(T2)









