INFO SAWIT, JAKARTA - Kendati perolehan revenue perusahaan dan laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2015 melorot bila dibadingkan pada tahun sebelumnya, demikian pula pada kuartal I 2016 yang juga mengalami kondisi serupa. Melorotnya kinerja perusahaan dipicu oleh melemahnya harga CPO sepanjang 2015 dan berlanjut hingga kuartal I 2016 dan iklim El-nino.
Namun demikian menutur penuturan Direktur Utama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., (SSMS), Rimbun Situmorang, pihaknya optimis kinerja perusahaan bakal membaik, ini dilihat dari indikator-indikator finansial perusahaan yang melaju pada jalur yang positif. “Saya pikir bukan hanya SSMS yang terkena dampak dari penurunan harga komoditas ini,” katanya dalam acara Buka Bersama PT SSMS Tbk, dengan media di Jakarta, Selasa (28/6) yang dihadiri InfoSAWIT.
Sementara iklim El-Nino di 2015 dan bakal berlanjut di 2016 bakal juga menjadi indikator penekan kinerja perusahaan. Tahun 2015 lalu, El-nino telah menggerus produksi kelapa sawit perusahaan hingga 21% per Juni 2016 dibandingka pada 2015 lalu pada periode yang sama. “Diperkirakan produksi CPO perusahaan tahun 2016 bakal terkoreksi sekitar 15-20%, dan diperkirakan bakal rebound pada tahun 2017 atau 2018 mendatang,” kata Rimbun.
Merujuk laporan perusahaan, hingga saat ini luas tertanam kelapa sawit perseroan telah mencapai 69.841 ha, atau meningkat hingga 105% dibandingkan pada 2014 silam. Hingga Juni 2016 Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang telah diproses pada pabrik kelapa sawit milik perseroan mencapai 487.682 ton, dengan mengasilkan CPO sebanyak 115.632 ton. untuk inti sawit yang telah di proses sebanyak 23.605 ton dan menghasilkan minyak inti sawit sejumlah 3.004 ton. Rata-rata usia tanam perseroan setelah melakukan aksi akuisisi mencapai 7 tahun. “Sebagian besar tanaman kelapa sawit milik perseroan bakal masuk masa puncak produksi 3 sampai 5 tahun mendatang,” tandas Rimbun. (T2)







