INFO SAWIT, JAKARTA - Pada Mei 2016, stok minyak sawit asal Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical tercatat turun sebesar 13,6% menjadi 1,96 juta, dai sebelumnya sebanyak2,27 juta ton pada April. Justru sebaliknya untukproduksi minyak sawit ( CPO dan PKO) pada Mei tercatat naik menjadi 2,5 juta ton atau naik 7% dibandingkan April yang hanya mencapai 2,3 juta ton.
Produksi biodiesel Indonesia pada Mei meningkat 28% dibandingkan pada bulan sebelumnya atau dari 253 ribu kiloliter (kl) pada April naik menjadi 324 ribu kl pada Mei. Hal ini sejalan dengan penyerapan dalam negeri yang konsisten dan cenderung meningkat yaitu sebesar 15%, atau dari 233 ribu kl pada April naik menjadi 267 ribu kl pada Mei.
Merujuk informasi dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), volume ekspor minyak sawit asal Indonesia pada Mei tercatat turun menjadi 1,76 juta ton, atau lebih rendah 16% dibanding April yang mencapai 2,09 juta ton.
Sementara jika dibandingkan dengan tahun lalukinerja ekspor minyak sawit Indonesia untuk lima bulan pertama 2016, mencapai 9,99 juta ton atau turun sekitar 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang sebesar 10,09 juta ton.
Tren ekspor Indonesia telah menunjukkan penurunan, tahun lalu ekspor minyak sawit Indonesia sejak Maret telah berada di atas 2 juta ton sampai pada penghujung tahun. Tahun 2016 terjadi kebalikannya. “Volume ekspor Januari-Februari di atas dua juta ton dan memasuki Maret dibawah 2 juta ton, April merangkak naik kembaili dan pada Mei kembali tersungkur di bawah 2 juta ton per bulan,” tutur Direktur Eksekutif GAPKI, Fadhil Hasan, dalam siaran pers yang diterima InfoSAWIT, Selasa (28/6). (T2)







