INFO SAWIT, JAKARTA –Perusahaan perkebunan kelapa sawit Golden Agri Resources Ltd., (GAR), saat ini tercatat sedang melakukan ujicoba kemamputelusuran akhir bulan Mei 2016 di tiga pabrik milik GAR, dalam upaya membangun kemamputelusuran hingga 100% ke perkebunan kelapa sawit (tracebility to plantation), dalam upaya mencapai kemamputelusuran seluruh pabrik milik GAR di 2017.
Ketiga pabrik yang sedang melakukan uji coba itu ialah Pabrik Unjung Tanjung di Riua, Pabrik Langga Payung di Sumatera Utara, dan Pabrik Jelatang di Jambi. Tercatat GAR telah telah menyelesaikan pemetaan dan penilaian tahap awal yang diikuti dengan pelatihan dan loka karya untuk Pabrik Unjung Tanjung dan proses serupa sedang berlangsung di kedua pabrik lainnhya.
Dikatakan Head of Downstream Sustainability Implementation GAR, Daniel Prakarsa, Kemamputelusuran itu sebagai langkah pertama, lantaran pihak GAR tidak bisa melakukan perubahan tanpa mengetahui asal sumber bahan baku hingga akhir rantai pasok. “Caranya kita lakukan komunikasi dengan pihak ketiga tekait komitmen berkelanjutam dan secara bersama-sama melakukan perbaikan.dan peningkatan produktivitas,” katanya kepada InfoSAWIT, di Jakarta, (29/6), dalam acara Buka Puasa Bersama GAR dengan media.
Kabarnya proyek ini bakal membawa GAR satu langkah lebih dekat dalam mencapai kemamputelusuran secara penuh unjtuk produksi minyak kelapa sawit dan membantu GAR dalam memperdalam hubungannya dengan para pemasok dalam membantu pemasok mengadopsi praktik-praktik yang berkelanjutan.
Tutur Daniel, dalam upaya kemamputelusuran itu bakal dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama membangun kemamputelusuran untuk seluruh pabrik milik GAR berjumlah 44 pabrik, yang menyumbang sekitar 40% volume produksi minyak sawitnya. Upaya ini bakal mencakup penelusuran Tandan Buah Segar (TBS) Sawit yang dibeli pabrik dari para agen TBS dan petani swadaya, yang menyumbang sekitar 10% dari pasokan ke pabrik GAR. Selebihnya sekitar 90% berasal daru sumber yang telah diketahui yakni kebun perusahaan dan plasma. “GAR menargetkan mnyelsaikan tahapan ini hingga akhir tahun 2017,” tutur Daniel. (T2)







