Penerapan praktik budidaya berkelanjutan kini tidak hanya menyasar perkebunan kelapa sawit besar dan petani mitra (plasma). Lantaran petani swadaya pun didorong guna menerapkan praktik berkelanjutan versi RSPO. Komitmen, kejelasan lahan dan bibit pun jadi syarat utama.
Tidak ada dalam pikiran Rianto warga Desa Dawas, Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin, kebun sawit miliknya seluas 2 ha bakal menerima sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) skim petani swadaya.
Apalagi tutur pria yang datang ke Sumatera Selatan lantaran menyusul kakaknya yang ikut progran transmigrasi itu, menganggap penerapan praktik budidaya perkebunan kelapa sawit sesuai prinsip dan kriteria RSPO hanya merepotkan petani. “Awalnya kita menganggap RSPO itu ngerepotin,” katanya di Palembang baru-baru ini.
Namun setelah tahu bahwa semua praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan versi RSPO mendatangkan keuntungan, semisal menghemat biaya perawatan dan mendorong peningkatan produktivitas, Rianto dan sekelompok petani lainnya yang . . .










