INFO SAWIT, JAKARTA – Perusahaan penandatangan Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP), mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mentransformasi sektor kelapa sawit Indonesia menuju keberlanjutan, termasuk memperkuat Indonesia Sutainable Palm Oil (ISPO) dengan meleburkan entitas IPOP.
Perusahaan penanda tangan IPOP telah memutuskan bahwa beberapa kebijakan terbaru terkait dukungan terhadap keberlanjutan di Indonesia telah membuktikan tercapainya tujuan IPOP, yaitu untuk mempercepat dan mempromosikan proses transformasi sektor kelapa sawit menuju berkelanjutan, untuk itu keberadaan IPOP dapat dilebur. Perusahaan penandatangan IPOP bakal melanjutkan komitmen melalui kebijakan keberlanjutan yang sudah ada disetiap perusahaan secara Individu.
Pemerintah Indonesia telah menunjukann kepemimpinan ini dengan menerbitkan sejumlah kebijakan terkait keberlanjutan seperti moratorium terhadap lahan gambut, pembentukan Badan Restorasi Gambut, dan moratorium ekspansi perizinan kelapa sawit yang baru saja dinyatakan Presiden Jokowi pada April 2016 lalu.
“Semua pemangku kepentingan industri kelapa sawit Indonesia memandang perlu untuk meningkatkan komitmen keberlanjutan di bidang kelapa sawit, sehingga dapat menjaga posisi strategis kelapa sawit di pasar internasional,” tutur Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Darmin Nasution di dalam siaran pers yang diterima InfoSAWIT, Rabu lalu (29/6/2016). Pernyataan ini dibuat setelah pertemuan dengan perusahaan penandatangan IPOP, yang dihadiri oleh sejumlah kementerian terkait.
Perusahaan penandatangan IPOP yang hadir dalam pertemuan telah sepakat untuk melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah untuk melebur dalam platform yang berfungsi mendorong upaya pencapaian kelapa sawit berkelanjutan, termasuk penguatan ISPO sebagai standard yang dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan.
Sebelum bergabung sebagai IPOP, para perusahaan tersebut telah memiliki kebijakan keberlanjutan masing-masing, yang penting untuk memastikan produksi kelapa sawit secara jangka panjang sekaligus mempertahankan daya jual kepala sawit Indonesia di pasar global. Berangkat dari komitmen inidividu ini, maka IPOP ditandatangani pada 24 September 2014 oleh KADIN dan empat perusahaan kelapa sawit terdepan yaitu Wilmar, Golden Agri Resources (GAR), Cargill, dan Asian Agri. Pada Maret 2015, Musim Mas bergabung, diikuti oleh Astra Argo Lestari yang bergabung pada awal 2016.
Managing Director for Sustainabilty & Strategic Stakeholder Engagement, GAR, Agus Purnomo mengatakan, GAR mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk membangun industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan kami akan terus meningkatkan implementasi Kebijakan Sosial dan Lingkungan perusahaan kami. Kami percaya bahwa pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat berjalan secara berdampingan. “Kami juga fokus dalam membantu petani kelapa sawit meningkatkan produktivitas, kesejahteraan dan praktik-praktik bertani mereka yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Sementara dikatakan Chief Sustainability Officer of Wilmar International Limited, Jeremy Goon, Wilmar akan melanjutkan komitmen keberlanjutan kami seperti yang telah ditetapkan sebelumnya di dalam Kebijakan Bebas Deforestasi dan Bebas Eksploitasi perusahaan. “Kami akan terus mendukung pemerintah Indonesia dalam upaya mempercepat proses transformasi industri kelapa sawit di Indonesia,” tandas dia. (T2)







