INFO SAWIT, NUSA DUA – Perubahan iklim secara nyata telah memunculkan pola iklim yang tidak menentu, kondisi demikian tentu saja ditengarai bakal berdampak pada produktivitas perkebunan kelapa sawit.
Merujuk hasil penelitian yang dilakukan INRAB (Benin), perubahan iklim telah berdampak pada perkebunan kelapa sawit kendti dampak itu hasilnya bakal berbeda-beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Soluis guna menghadapi kondisi demikian dikatakan Peneliti INRAB (Benin), L. Nodichao, ialah dengan menggunakan bahan tanaman yang unggul serta sesuai dengan kondisi alam dan iklim wilayah tertentu.
Nodichao mengusulkan untuk selalu melakukan mitigasi terkait adaptasi dan efisisiensi secara menyeluruh utamanya untuk bahan tanaman sawit dalam menghadapi cuaca kering, termasuk aplikasi Good Agricultural Parctices (GAP) untuk menggenjot produktivitas. “Perlu ada respon untuk kekeringan disuatu wilayah,” tutur Nodichao, dalam pemaparannya pada acara Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan (ICOPE) ke 5, di Nusa Dua, Bali yang dihadiri InfoSAWIT. (T2)










