INFO SAWIT, KAMPAR -Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau menyambut baik munculnya skim Inovasi Pembiayaan Peremajaan, apalagi di wilayah tersebut banyak petani swadaya yang butuh permodalan untuk kegiatan peremajaan, lantaran kebun sawitnya sudah berumur diatas 25 tahun, atau kebun yang terlanjur ditanam dengan bibit tidak bersertifikat (ilegetim).
Tutur Bupati Kampar, Jefry Noer, perlu ada kerjasama yang baik antara pemeritah daerah dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, apalagi masyarakat tidak memiliki modal yang mencukupi dalam peremajaan sawit.
Kerjasama ini menjadi kunci terwujudnya peningkatan ekonomi masyarakat, apalagi khususnya di Kampar, persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah hingga saat ini ialah masalah kemiskinan.
Untuk peremajaan sawit perusahaan memiliki perhitungan yang matang, misalnya Sinar Mas yang bisa menjadi bapak angkat plasma. “Kita berharap perusahaan bisa membiayai kegiatan peremajaan tetap dengan pola inti-plasma, dan kami mendukung penerapan manajemen satu atap” tutur Jefry kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Sementara dikatakan Kepala Bidang Usaha Perkebunan, Dinas Perkebunan Kampar, Idrus, untuk saat ini pemerintah Kabupaten Kampar belum mampu secara pendanaan dalam mendukung peremajaan petani swadaya. “Kalau dianggarkan dari dana Pemda lewat APBD, kami masih belum sanggup,” katanya kepada InfoSAWIT.
Merujuk informasi dari Pemda Kampar, luas lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kampar mencapai 600 ribu ha, dimana sekitar 300 ribu ha perkebunan kelapa sawit dikelola oleh petani plasma dan swadaya. “Sementara untuk petani swadaya non prosedural, sedang kami data,” kata Idrus. (T2)
Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Juli 2016







