Berita Lintas
sawitbaik

Pelaku Sawit Diajak Investasi di Senegal



Pelaku Sawit Diajak Investasi di Senegal

INFO SAWIT, JAKARTA – negara Senegal tercatat membutuhkan lebih dari 50 ribu ton kelapa sawit per tahun untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri. Harapannya Indonesia bisa masuk untuk berinvestasi membangun instalasi penyulingan.

Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Sektor Informal, Konsumsi dan Promosi Produk Lokal dan UKM Senegal Alioune Sarr sebagaimana disampaikan Dubes RI untuk Senegal Mansyur Pangeran kepada detikFinance, Minggu, seperti dilansir Detik.com.

Mansyur mengutip Menteri Alioune Sarr setelah pertemuan mengatakan bahwa saat ini salah satu industri yang dibutuhkan Senegal adalah industri penyulingan minyak kelapa sawit.  "Senegal memiliki kebutuhan minyak sawit lebih dari 50.000 ton per tahun, yang seluruhnya diimpor, termasuk dari Indonesia," ujar Mansyur.

Dalam pertemuan, Menteri Senegal didampingi oleh Sekjen dan Penasihat Ekonomi Kementerian. Pertemuan dilakukan dalam rangka menjajaki peluang kerja sama untuk meningkatkan hubungan bilateral di bidang ekonomi, termasuk sektor perdagangan dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Dubes menyampaikan bahwa hubungan dan kerja sama ekonomi kedua negara memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan.  "Selain latar belakang hubungan bilateral yang sudah berjalan baik, juga aktivitas ekspor-impor oleh pengusaha kedua negara cukup intens," terangnya. (T2)