pemanfaatan bambu sebagai wadah media tumbuh bibit Mucuna Bracteata, dilakukan dengan menggunakan dua macam media tanam, yaitu top soil dan pupuk kandang. Lantas manakah YANG lebih baik dari penggunaan keduanya?
Konservasi secara vegetatif menggunakan beberapa jenis tanaman kacangan, seperti Pueraria javanica, Pueraria phaseoloides, Pueraria triloba, Calopogonium mucunoides, Calopogonium caeruleum, Mucuna bracteata, Mucuna cochichinensis, Centrosema pubescens, Arachis pintoi (Prawirosukarto et al., 2005). Dari beberapa jenis kacangan tersebut, Mucuna bracteata memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis kacangan yang lain. Keunggulan Mucuna bracteata lebih cepat tumbuh dan menutupi tanah, tahan terhadap naungan, tahan terhadap cuaca kering, dan lama memasuki masa generatif.
Perbanyakan Mucuna bracteata dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara generatif menggunakan dua metode, yaitu langsung ditanam ke lapangan dan dibibitkan. Kerugian langsung tanam biji di lapangan mengakibatkan persentase kematiannnya tinggi sehingga lebih mahal biayanya. Jika dilakukan . . .










