INFO SAWIT, MEDAN - Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani sempat tertahan masuk pabrik kelapa sawit (PKS) ketika memasuki libur Lebaran. Namun kini hal tersebut tidak terjadi lagi dan TBS petani sudah lancar masuk PKS.
"Tidak ada penumpukan, semuanya lancar. Petani juga tidak ada yang mengeluhkan jika TBS-nya tidak bisa masuk PKS," kata Sekjen DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Asmar Arsjad, Senin di Medan seperti dilansir Medanbisnis.
Sebenarnya, kata dia, adanya sejumlah TBS yang tidak diterima PKS, karena pabrik tersebut sudah libur menjelang perayaan Idul Fitri. Sehingga petani biasanya tidak panen agar TBS-nya tidak tertumpuk.
Hal ini, menurut Asmar, sudah terjadi setiap perayaan Lebaran sehingga diantisipasi agar petani tidak rugi. Harga TBS masih menggunakan harga pekan lalu, yakni, Rp 1.740 per kg. Harga ini naik dibandingkan pekan kedua bulan Juni 2016 sekitar Rp 1.516 per kg. Bahkan jauh dibandingkan bulan Mei yang berkisar Rp 1.200 hingga Rp 1.300 per kg. Harga TBS baru akan dibuka pada Rabu.
"Kami berharap akan semakin baik. Trennya sangat positif saat ini. Harga Rp 1.740 per kg sebenarnya sudah bagus. Namun tetap diharapkan bisa lebih tinggi," kata Asmar.
Tren kenaikan harga TBS, jelas Asmar, merupakan dampak dari permintaan untuk biodiesel. Diakuinya, komitmen pemerintah dalam menggenjot program biodiesel memang menjadi angin segar bagi petani setelah ekspor terus melorot. Selain untuk biodiesel di sejumlah tempat, TBS juga digunakan untuk produksi minyak curah. Sehingga serapan dalam negeri semakin tinggi. (T2)










