Berita Lintas
sawitbaik

Gajah Ganggu Perkebunan Masyarakat



ilustrasi
Gajah Ganggu Perkebunan Masyarakat

INFO SAWIT, LHOKSUKON - Sebanyak 14 desa di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara diganggu oleh puluhan gajah liar sejak dua pekan terakhir. Hewan berbadan besar ini sering merusak perkebunan warga, seperti pinang, pisang dan sejumlah tumbuhan kebun lainnya.

Kawanan gajah ini sejak sepekan sebelum Lebaran sudah berada sekitar 50 meter dari perkebunan warga. Warga dibantu oleh tim Conservation Response Unit (CRU) Cot Girek, Aceh Utara menghalau dengan menggunakan peralatan seadanya.

Ketua Serikat Hijau Indonesia (SHI) Retno Sugito yang ikut memantau langsung mengatakan, gajah liar tersebut juga berada dekat dengan PTPN I Aceh Utara. Bahkan kawanan gajah yang terbagi beberapa kelompok kecil, dari siang hingga malam, berada di lokasi tersebut. “Menurut pengakuan warga, ada sekitar 40 ekor gajah berkeliaran di kawasan itu sejak sepekan sebelum Lebaran,” kata Retno Sugito, Senin seperti dilansir Goaceh.com.

Sugito mengaku baru saja memperoleh informasi, gajah liar tersebut semakin mendekati perkebunan dan permukiman warga. Hingga sekarang warga masih berusaha menghalau agar tidak masuk ke perkampungan. “Warga sekarang hanya bisa menghalau agar tidak merusak kebun,” tukasnya.

Dia berharap, PTPN I, perusahaan yang menanam sawit di kawasan tersebut, bisa mengambil peran untuk mencegah terjadi konflik satwa dengan manusia. “PTPN I harus melakukan pencegahan, agar tidak terjadi konflik satwa,” pintanya.

Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Genman S Hasibuan membenarkan ada kawanan gajah sejak sepakan sebelum Lebaran mendekati perkebunan warga.

Pihaknya telah melakukan pencegahan dengan cara menghalau gajah tersebut. Sehingga gajah tersebut tidak merusak perkebunan dan permukiman warga. “Sudah ada CRU di sana dan membantu warga untuk menghalau gajah liar tersebut. Itu sudah terjadi beberapa waktu lalu,” kata Genman S. (T2)