Berita Lintas
sawitbaik

INFO PETANI - Mempersiapkan Tenaga dan Alat Pemanen



INFO PETANI - Mempersiapkan Tenaga dan Alat Pemanen

Tenaga panen sebaiknya adalah orang-orang yang sudah terlatih karena  panen  tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Pemanen harus diupayakan sebagai karyawan tetap agar tenaga kerja panen tetap tersedia dan menghasilkan kualitas produksi yang baik termasuk mempersiapkan alat pemanen.

Pemanen dalam melaksanakan tugasnya harus melaksanakan tuntas panen. Tuntas panen adalah tuntas memanen TBS yang sudah matang, tuntas memungut brondolan & TBS di piringan dan mengangkutnya ke TPH,  dan tuntas memotong dan meyusun pelepah di gawangan mati

Pada umumnya pemanen adalah laki-laki, karena ada anggapan laki-laki jauh lebih kuat dari perempuan. Perempuan dinilai tidak sanggup melaksanakan pekerjaan memanen buah kelapa sawit. Pemanen yang sudah berkeluarga biasanya mengajak isteri ataupun anaknya yang menganggur sebagai  pembantu atau pengutip brondolan.

Semua pemanen harus sudah tiba di ancak dan siap memotong buah paling lambat jam 6.30, dengan membawa peralatan yang cukup : dodos/egrek (dan kapak) yang tajam, gancu, goni, angkong.

Kebutuhan tenaga pemanen

Ketersediaan tenaga pemanen merupakan faktor yang penting. Kekurangan pemanen pada suatu bulan akan memperpanjang rotasi panen. Hal ini akan berpengaruh buruk terhadap kualitas buah TBS, terutama persentase . . .