INFO SAWIT, TANA PASER – Penetapan harga tandan buah sawit segar (TBS) oleh tim penetapan harga TBS provinsi yang dikeluarkan tiap bulannya ternyata tak berlaku di Paser. Harga TBS di pasaran cenderung lebih ditentukan oleh tengkulak.
Banyak pengepul buah sawit menetapkan harga secara sepihak sehingga kurang menguntungkan petani sawit Paser. Selisih harga yang ditetapkan tim penetapan harga provinsi dengan di pasaran bisa mencapai Rp 100 hingga 300 rupiah per kilogramnya. Tentu saja hal ini dimanfaatkan oleh pengepul dengan loading TBS untuk meraup keuntungan.
Namun, banyaknya loading TBS juga dirasakan menguntungkan oleh sejumlah petani sawit. Karena petani punya lebih banyak pilihan untuk memilih harga jual. “Harga TBS saat ini cukup lumayan, lebih dari Rp 1.500 per kilo. Tapi, buah sedang minim,” kata Andi Kurniawan, salah satu petani di Long Ikis kemarin.
Menurutnya, jika harga stabil dan sawit di angka Rp 1.500 ke atas dan sedang berbuah lebat, dipastikan petani sawit akan meraup keuntungan yang cukup lumayan. “Kondisinya memang masih cukup-cukup makan. Karena harga jual dengan kebutuhan untuk perawatan masih seimbang,” cetusnya, seperti dilansir kaltim.prokal.co. (T2)










