INFO SAWIT, JAKARTA -Diakui atau tidak, tingkat pemahaman tentang lahan gambut di Indonesia masih sangat rendah. Ini terjadi karena pelajaran tentang lahan gambut tidak ada secara resmi diajarkan di berbagai sekolah.
Namun sebagai tambahan pengetahuan, ahli gambut dari Malaysia, Lulie Melling, Phd, mengatakan, secara umum karakteristik lahan gambut di Indonesia dengan di Malaysia itu sama. Perbedaan itu akan terlihat, jika lahan gambut Indonesia dibandingan dengan lahan gambut di benua Eropa. Disini, lahan gambutnya lebih banyak berkayu dan cukup dalam. Kondisi ini terjadi karena di wilayah Asia Tenggara lebih banyak hutan sementara di Benua Eropa, lahan gambut terbentuk dari tumpukan rumput.
Lantas pertanyaannya adalah, apakah kemudian lahan gambut itu bisa dibudidayakan? Jelas melakukan budidaya di lahan gambut tidak membahayakan, dan tidak jadi masalah. “Asalkan memang paham dengan cara mengurus tanah, paham dengan ciri-ciri fisik lahan. Jika sudah paham, cara mengelolanya pun bisa dilaksanakan,” kata Lulie kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Selain itu, melakukan budidaya di lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 3m tidak menjadi persoalan. “Tidak benar lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter tidak bisa dibudidayakan. Hanya saja, dengan catatan, tinggi muka air bisa dikelola dengan baik,” tandas Lulie Melling. (T2)










