INFO SAWIT, TANJUNG REDEB – Permasalahan krisis kelistrikan di Kecamatan Talisayan dan sekitarnya jadi perhatian khusus Pemkab Berau. Listrik di kawasan pesisir itu ditarget segera melayani masyarakat selama 24 jam.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Mappasikra Mappaseleng dan jajarannya, akhir pekan kemarin, untuk kesekian kalinya kembali menyambangi Talisayan, khususnya pabrik kelapa sawit (PKS) PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ) yang berada di Kecamatan Biatan. Mappasikra menyebutkan, kunjungan tersebut adalah sebagai penjajakan awal, untuk kerjasama pemanfaatan kelebihan daya listrik (excess power) dari PKS PT DLJ, untuk masuk ke dalam sistem PLN di Talisayan.
“Sehingga listrik di Kecamatan Talisayan dan sekitarnya yang saat ini seringkali padam dan baru beroperasi 12 jam, diharapkan bisa lebih. Bahkan kami harapkan, listrik bisa berproduksi hingga 24 jam. Ini adalah tindaklanjut program pemerintah daerah yang menginginkan, di 2018 seluruh daerah di Berau dapat teraliri listrik,” kata Mappasikra, seperti dilansir Korankaltim.com.
Dari hasil peninjauan ini, diketahui adanya excess power yang dihasilkan dari pembangkit PKS PT DLJ - sekitar 400 kW – 500 kW. Pemanfaatan kelebihan energi listrik dari pabrik kebun sawit, akan dibahas di tingkat Pemkab dan PT PLN.
“Sebab untuk memanfaatkan excess power ini, jaringan dari pembangkit di perusahaan hingga ke sistem PLN Talisayan perlu dibangun. Jaringan ini diperkirakan sekitar 9 kilometer,” ujarnya.
Kerjasama pemanfaatan energi listrik dari pabrik kelapa sawit ke masyarakat ini, dikatakan Mappasikra, sebelumnya juga telah diwujudkan di Talisayan dengan kerjasama PT Tanjung Bunyu Perkasa Plantations (TBP) dan juga di Kecamatan Segah dengan PT Hutan Hijau Mas (HHM). (T2)










