Berita Lintas
sawitbaik

Kemitraan Palma Serasih, Bantu Ekonomi Warga



Kemitraan Palma Serasih, Bantu Ekonomi Warga

INFO SAWIT, BENGALON -Masyarakat Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, sebelumnya hanya mengandalkan hidup dari berburu di hutan, membudidayakan sarang walet atau bekerja di perusahaan kayu.

Namun cara demikian nampaknya tidak bisa dilakoni masyarakat Desa Tepian Langsat secara terus menerus, lantaran pendapatan yang minim dan acap tidak menentu. Sebab itu tutur Ketua Koperasi Tepian Batu Raya, Ardiansyah Alwi, dirinya beserta masyarakat Desa Tepian Langsat menyambut baik tatkala ada usulan kemitraan untuk perkebunan kelapa sawit dengan PT Anugerah Energitama, anak usaha Palma Serasih Group.

Namun demikian, kemitraan itu tidak datang begitu saja, awalnya cerita Alwi, dirinya dan masyarakat menentang keberadaan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut.“Awalnya saya menentang sawit, lantaran dikhawatirkan binatang buruan warga hilang,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Bengalon.

Namun setelah melihat kondisi budidaya sarang walet yang acap berhadapan dengan pencuri, pendapatan buruan hutan yang juga tidak menentu, masyarakat pun bersedia melakukan kemitraan dengan perusahaan, toh buktinya setelah dibangun kebun sawit, hewan buruan hutan tetap ada.“Dulu pendapatan masyarakat sulit, setelah bermitra dengan perusahaan khususnya PT Anugerah Energitama, masyarakat jadi terbantu secara ekonomi,” katanya.

Kini tutur Alwi, sebagian dari anggota koperasi yang di pimpinnya juga telah menjadi karyawan kebun, sehingga pendapatannya menjadi doble.“Banyak juga masyarakat yang bekerja di perusahaan,” kata dia.

Tidak itu saja, Koperasi pun kini terus melakukan kerjasama denga perusahaan lewat pengadaan transportasi buah yang tercatat ada 7 unit, dan pengangkutan CPO sekitar 20 unit.Alhasil pendapatan koperasi tidak hanya dari berkebun saja, tetapi juga kerjasama strategis lainnya dengan perusahaan.“Pendapatan kita untung sekitar Rp 10-15 ribu/ton, dari penyewaan truk TBS, namun sekarang lagi rendah, padahal sebelumnya dapat orderan paling tinggi sekitar 500 ton,” tandas Alwi.(T2)