Berita Lintas
sawitbaik

Sisa Gaji Karyawan Sawit Telat di Bayar, Jalan Kantor Ditutup



ilustrasi
Sisa Gaji Karyawan Sawit Telat di Bayar, Jalan Kantor Ditutup

KOTABARU - Puluhan karyawan sawit PT Bumi Raya Investindo (BRI) di Kecamatan Pulau Laut Barat mengepung kantor mereka sendiri. Jalan ke perusahaan mereka tutup karena kecewa sisa gaji telat dibayar perusahaan.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Kamis lalu puluhan karyawan bagian traksi marah karena perusahaan berjanji sisa gaji akan dibayar pada tanggal 20 Juli. Namun sampai kemarin gaji belum dibayar. Karyawan lantas mengerahkan alat berat menutup jalan masuk ke perusahaan sebagai bentuk kecewa.

Sebelumnya, sekitar dua minggu lalu puluhan karyawan bagian keamanan juga dikabarkan mengamuk karena ada pemotongan uang kopi, uang kebersihan dan lainnya. Jumlah uang ini mencapai Rp300 ribu per orang.

Amukan karyawan keamanan dikabarkan agak anarkis. "Dikasih tembakan peringatan. Cuma ada satpam yang berani, buka baju. Katanya jangan tembak ke atas, tembak aja badannya dimana yang suka," kata karyawan sawit yang namanya enggan disebutkan seperti dilansir kalsel.prokal.co.

Namun katanya, amukan ini tidak lama. Karena akhirnya manajemen perusahaan mengabulkan tuntutan karyawan keamanan untuk uang kopi dan lainnya. "Sudah beres. Langsung dikabulkan permohonannya," kata karyawan.

Ditemui di kantornya, Kepala Bina Mitra PT BRI, Jatmiko, kepada Radar Banjarmasin membenarkan adanya aksi karyawan traksi dan karyawan keamanan. Namun kata Jatmiko tidak ada yang anarkis. "Nggak ada. Isu aja itu. Apalagi ada penembakan peringatan itu kabar yang dibuat-buat," katanya.

Jatmiko menjelaskan, untuk sisa gaji karyawan traksi memang telat dibayarkan. Masalahnya adalah proses administrasi. "Uangnya sudah mau diambilkan di bank," ujarnya.(T2)