INFO SAWIT, JAKARTA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Riau memberi penghargaan kepada Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Gamal Nasir sebagai tokoh perkebunan kelapa sawit Indonesia. Penghargaan diberikan oleh Ketua Apkasindo, Anizar Simanjuntak dan Ketua Aspekpir, Setiono dalam acara seminar nasional “Kiat Sukses Replanting Kelapa Sawit” di Jakarta, Selasa , seperti ditulis Antara.
Ketua Umum Apkasindo Riau, Anizar Simanjuntak menyatakan, keputusan menjadikan Gamal sebagai tokoh perkebunan kelapa sawit sebagai penghargaan atas bimbingan yang diberikan selama ini. Jauh sebelum menjadi Dirjen Perkebunan, dia selalu memperhatikan petani. "Ketika menjadi Dirjen, setiap ada masalah, beliau bisa langsung dikontak dan berusaha mencari jalan keluar," ujarnya.
Beberapa kebijakan yang propetani, lanjutnya, adalah penolakan terhadap Indonesian Palm Oil Pledge(IPOP) yang membuat petani kesulitan menjual tandan buah segar ke pabrik kelapa sawit (PKS) dan juga moratorium yang menekankan peningkatan produktivitas petani. Ketua Aspekpir Riau, Setiono mengatakan, sejak awal Gamal sudah menyusun konsep Perkebunan Inti Rakyat (PIR) sehingga PIR yang ada sekarang, tidak lepas dari peranan dirinya.
Beberapa dirjen yang selama ini berhubungan dengan Aspekpir, lanjutnya, tidak berarti bahwa yang lain tidak baik. Tetapi Gamal Nasir dinilai lebih mampu melindungi dan memperhatikan petani. Dia langsung bisa menanggapi setiap persoalan. Contohnya, tahun 2006 adalah waktunya untuk replanting. Aspekpir sudah mengajukan ke perusahaan inti untuk melakukan peremajaan, namun tidak mendapat tanggapan. Akhirnya peremajaan terlambat.
Tahun 2010, dengan difasilitasi Gamal Nasir sebagai Dirjenbun, petani bisa mencapai kata ‘sepakat’dengan PTPN 5 dan replanting pertama sudah dimulai. "Karena hal itu Aspekpir mengangkat Gamal Nasir sebagai tokoh dan pembina petani sawit," ujarnya. (T2)







