INFO SAWIT, BENGALON - Jangan kira petani sawit hanya sekadar paham mengelola kebun saja. Ini terbukti, salah satu anggota Koperasi Perkebunan Prima Utama (KPPU) memiliki kreativitas tinggi. Seperti yang dilakukan Patmo. Pria 48 tahun ini sebelumnya mengikuti program transmigrasi umum itu dan kini menjadi petani plasma mitra PT Anugerah Energitama. Dia sedang mengembangkan pupuk organik berbasis kotoran hewan dan janjang kosong sawit.
Keinginan Patmo itu didasari dari keberhasilannya memproduksi pupuk kandang. Dia telah melakukannya sejak tahun 2010 lalu. Bersama Kelompok Tani Cahaya Baru, Patmo mengembangkan pupuk organik dari kotoran hewan, dan berhasil. Dia pun menjualnya ke konsumen semenjak 2013 lalu. Rencananya, tahun ini inovasi baru itu diujicobakan . “Mau mencoba inovasi baru. Pupuk NPK diganti dengan pupuk organik dari kotoran sapi dan dicampur dengan janjang kosong,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Ide pembuatan kompos dari kotoran hewan dan janjang kosong sawit, tutur Patmo, muncul karena janjang sawit cocok untuk dijadikan bahan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan, dan bahan bakunya tersedia banyak. “Sebelumnya, saya telah membuat kompos dengan campuran serbuk gergaji dan kotoran hewan. Karena serbuk gergaji kian hari sulit ditemui, saya menggunakan janjang kosong sawit karena stoknya berlimpah,” tandas Patmo. (T2)










