InfoSAWIT, Jakarta - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional yang bermarkas di Amerika Serikat mengajukan protes keras atas keputusan Dewan Gubernur RSPO karena mencabut hukuman suspensi kepada korporasi minyak sawit, Grup IOI, yang beroperasi di Indonesia bernama Grup BGA.
Rainforest Action Network (RAN) memberikan komentar bernada protes yang mempertanyakan keputusan RSPO yang akan mencabut hukuman yang telah diberikan kepada anggotanya. Hukuman penangguhan keanggotaan Grup IOI telah diberikan selama 4 bulan.
Hukuman suspensi keanggotaan, akibat terjadinya kesalahan korporasi, terjadi karena telah terbukti membuka hutan, mengeringkan lahan gambut, dan beroperasi tanpa izin yang memadai dari pemerintah. Selain itu, 3 anak perusahaan Grup IOI, yakni, PT Bumi Sawit Sejahtera (PT BSS), PT Sukses Karya Sawit dan PT Berkat Nabati Sawit, gagal mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, di mana perusahaan itu beroperasi.
Keputusan RSPO ini dianggap sangat mengejutkan dan mendatangkan gelombang kritikan. Banyak pihak mengharapkan, korporasi grup BGA bertanggung jawab dan mendapatkan konsekuensi lebih berat atas tindakan yang sudah dilakukannya. RAN mengatakan, pencabutan hukuman suspensi terlalu prematur dan menunjukkan bahwa sistem sertifikasi RSPO kurang dipatuhi.
Direktur Kampanye Agribisnis RAN, Gemma Tillack mengatakan, keputusan RSPO ini akan mempertaruhkan kredibilitasnya atas seluruh sistem sertifikasi yang telah diterapkan.Penerapan sertifikasi yang hanya setengah-setengah, menurut dia, telah membantu mendukung perusakan yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.
“Apa yang ditunjukkan RSPO ini membuat RSPO cacat karena banyak kebijakan perusahaan lain sudah mengadopsi standar yang lebih kuat, seperti, tidak melakukan deforestasi, tidak menggunakan lahan gambut, dan patuh kepada kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Menurut RAN, lebih dari dua lusin perusahaan pengguna minyak sawit sudah memutuskan hubungan dagang dengan Grup IOI karena ketidakpatuhan korporasi terhadap prinsip dan kriteria keberlanjutan yang diadopsi secara sukarela. RAN juga mengingatkan, keluhan masyarakat Teran Kanan Panjang di Serawak, Malaysia terhadap Grup IOI, juga belum terselesaikan.
“Merek-merek global dan pedagang harus bertindak secara independen untuk memastikan Grup IOI melakukan tindakan perbaikan sebelum kembali sebagai pemasok minyak sawit,” katanya. “Harus ada perbaikan terlebih dahulu sebelum dipertimbangkan kembali sebagai pemasok,” tegasnya. (T1)










