INFO SAWIT, JAKARTA - Merujuk catatan Gabungan Pengusaha Keapa Sawit Indonesia (GAPKI), stok minyak sawit Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical hanya tinggal 1,8 juta ton pada Juni 2016. Trend penurunan ini telah menguras stok awal tahun yang cukup tinggi, mencapai 4,36 juta ton.
Sementara itu produksi minyak sawit yang stagnan selama beberapa bulan kini mulai merangkak naik. Stagnasi produksi disebabkan oleh dampak dari El Nino tahun lalu. Produksi tahun 2016 masih belum sesuai dengan harapan. Kondisi ini secara otomatis mengikis stok. Stok diperkirakan masih akan ketat untuk beberapa bulan ke depan karena permintaan pasar global masih berpotensi meningkat sama halnya dengan kebutuhan di dalam negeri.
“Ekspor minyak sawit Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical pada Juni tercatat turun 1 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” catat Direktur Executive GAPKI, Fadhil Hasan dalam siaran pers yang diterima InfoSAWIT, belum lama ini.
Di sisi lain, mandatori biodiesel Indonesia telah diimplementasikan secara konsisten. Penyerapan biodiesel dalam negeri terus meningkat. Konsistensi implementasi biodiesel akan mendongkrak permintaan minyak sawit di dalam negeri. Hai ini akan membuat pengusaha menahan stok untuk memenuhi pasokan dalam negeri ketimbang ekspor. (T2)







