Berita Lintas
sawitbaik

KEBUN SAWIT TUMBUH, KUTAI TIMUR SEJAHTERA



KEBUN SAWIT TUMBUH, KUTAI TIMUR SEJAHTERA

Perkebunan kelapa sawit yang mulai dikembangkan di Kabupaten Kutai Timur sejak tahun 1947, kini mengalami pertumbuhan pesat. Mulanya, luas kebun sawit baru sekitar 16 ribu hektar, telah meluas hingga 400 ribu hektar, yang tersebar di 130 desa, ditahun 2015 lalu.

Sebaran kebun sawit yang meluas tersebut, secara nyata turut menyejahterakan masyarakat sekitarnya. Fakta pesatnya pertumbuhan perkebunan kelapa sawit, dapat terlihat jelas dari kontribusi produksi minyak sawit di Kutai Timur (Kutim) yang mencapai 40% lebih dari produksi total di Kalimantan Timur.

Sayangnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutim yang berasal dari minyak sawit hanya sekitar 4-5%, lantaran sebagian besar kontribusi berasal dari usaha tambang dan migas yang sudah lebih dulu berkembang pesat.

Kendati kontribusi terhadap PAD relatif kecil, namun keberadaan perkebunan kelapa sawit yang hampir merata di setiap desa, telah mendorong meningkatnya ekonomi nyata bagi masyarakat. Pasalnya, melalui usaha perkebunan kelapa sawit, sebagian besar masyarakat dapat menjadi petani kelapa sawit dan mendapatkan hasilnya.

Hasil kerja tani kebun sawit yang didapatkan masyarakat, menjadikan masyarakat memiliki penghasilan setiap bulannya, sehingga bisa meningkatkan taraf kehidupan sosial seperti kredit motor atau mobil. “Secara nyata, implikasi domino dari perkebunan kelapa sawit, dapat menyerap tenaga kerja, sehingga masyarakat sekitar memiliki penghasilan dan dapat hidup sejahtera,” ungkap Akhmadi.

Keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kutai Timur, juga membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya. “Kami meminta kepada perusahaan perkebunan untuk menyerap tenaga kerja sebesar 70% dari masyarakat yang tinggal di desa-desa sekitar perusahaan,” kata Akhmadi menjelaskan.

Sebab itu, kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit juga membantu pemda dalam menyejahterakan masyarakat daerah secara nyata dan ikut mendukung perkebunan kelapa sawit milik petani. Sehingga, keberadaan perkebunan kelapa sawit mampu menjadi soko guru bagi ekonomi di daerah Kutim.

Peningkatan SDM Lokal

Awalnya, ketika perkebunan kelapa sawit baru dikembangkan di wilayah Kutim, masyarakat banyak yang antipati terhadap keberadaannya. Lantaran, banyak kegagalan yang sudah didera mereka, ketika menanam palawija. Sehingga, masyarakat lokal enggan untuk terlibat menanam kelapa sawit.

Melalui kerjasama pemda dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat di berbagai desa, untuk ikut terlibat aktif melakukan budidaya menanam kelapa sawit di lahan perkebunan milik mereka. Berkat kerja keras bersama, maka secara perlahan, banyak masyarakat mulai tertarik dan ikut menanam kelapa sawit.

Hasil yang didapat  . . .