Berita Lintas
sawitbaik

INFO PETANI - Genjot Produktivitas Dengan Cara Berkelanjutan



INFO PETANI - Genjot Produktivitas  Dengan Cara Berkelanjutan

Skim Inovasi pembiayaan untuk peremajaan menjadi salah satu solusi dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas kebun sawit milik petani sawit swadaya. Kemitraan strategis ini pula diyakini bakal meningkatkan kesejahteraan petani, yang sekaligus menerapkan  cara berkelanjutan.

PT Buana Wiralestari Mas (Perkebunan Sinarmas Wilayah Riau ), hingga saat ini tercatat telah melakukan kerjasama strategis dengan petani swadaya lewat skim Inovasi Pembiayaan untuk peremajaan berlokasi di Kabupaten Kampar, Siak dan Indragiri Hulu, Riau.

Tercatat seluas 900 ha lahan petani swadaya telah bergabung dalam skim Inovasi Pembiayaan untuk peremajaan, yang dilakukan sejak akhir 2014  lalu. Hingga saat ini proses peremajaan kebun sawit milik petani swadaya masih terus dilakukan.

Sejatinya, skim Inovasi Pembiayaan untuk peremajaan ini muncul dari kesepakatan para pihak yang tergabung dalam Partnership on Indonesia Sustainable Agriculture (PISAgro), yang memiliki target pada 2020 bakal mampu meningkatkan 20% produktivitas sektor komoditas, peningkatan 20% kesejahteraan petani dan mengurangi emisi karbon sekitar 20%.

Cara ini membuka peluang bagi petani swadaya yang tidak memiliki cukup biaya agar bisa melakukan peremajaan. Hasilnya upaya meningkatkan produktivitas kebun sawit milik petani swadaya bisa diterapkan.

Skim Inovasi Pembiayaan untuk peremajaan ini juga memberikan kemudahan dan keringanan, merujuk informasi dari PT SMART Tbk., pada skim ini bakal ada biaya kompensasi sebanyak Rp 500 ribu/ha selama 48 bulan, atau selama kebun sawitnya belum menghasilkan.

Lantas guna mencapai produktivitas tinggi dan hasil kebun sawit yang lebih seragam, skim ini bakal menerapkan praktik budidaya sesuai Good Agricultural Practices (GAP)  dan prinsip berkelanjutan, sebab itu pengelolaan kebun bakal dilakukan dengan menganut Manajemen Satu Atap oleh Perusahaan Mitra.

Penerapan manajemen  . . .