INFO SAWIT, PEKANBARU - Kegiatan ilegal penampungan minyak mentah kelapa sawit alias Crude Palm Oil (CPO) yang lazim disebut "kencing" CPO, semakin tumbuh subur di Provinsi Riau. Jalan menuju pelabuhan Dumai, merupakan salah satu titik yang banyak terdapat penampungan dan pembajakan sawit ilegal.
Diduga, ada banyak pihak yang terlibat dalam bisnis pencurian ini. Tak terkecuali oknum supir pabrik kelapa sawit (PKS) hingga oknum aparat.Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Provinsi Riau mengakui, praktik ini makin marak seiring bertambahnya jumlah PKS yang setiap hari memproduksi cairan hitam yang bernilai tinggi ini. Hal ini turut memantik niat jahat sekelompok orang membuka peluang bisnis ilegal.
"Praktik ini sudah berlangsung lama dan semakin menjadi-jadi. Istilahnya "mafia atau toke CPO"," ungkap Saut Sihombing, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Gapki Riau, kepada wartawan Kamis, seperti dikutip riauheadline.com.
Atas keberadaan para mafia yang sangat meresahkan dan merugikan ini, lanjut Saut, berbagai upaya telah dilakukan. "Beberapa tahun lalu, kami pernah melaporkan hal ini ke Polda Riau dan dilakukanlah penangkapan," ujar Saut.
Namun yang terjadi setelah itu, para penampung CPO curian ini bukannya tutup, malah kini makin marak dan tumbuh subur. Bak jamur, sebutnya, pertumbuhan penampung ilegal ini jelas terlihat, namun, seolah tak terjamah oleh hukum.
"Karena tak rela terus-terusan dimaling dan malingnya makin banyak. Jadi beberapa anggota Gapki akhirnya cari solusi sendiri dengan memakai jasa pengangkutan. Biasalah, membagi kesulitan. Namun, masih ada juga yang mengirim sendiri," ujarnya.(T2)










